Senin, 27 Februari 2017

Belajar Karena dan Hanya kepada Allah SWT

☝๐Ÿป๐Ÿ“– Belum Terlambat Untuk Belajar ...



Ketika anak kita masih SD, kita temani ia belajar membaca, berhitung karena kita tahu membaca, menulis dan berhitung akan jadi modal untuk mempelajari ilmu lanjutan.



Ketika anak kita di SMP, kita masukkan bimbel untuk belajar fisika dan matematika karena kita ingin anak kita semakin pintar untuk dipersiapkan menuju jenjang berikutnya.



Juga ketika anak kita duduk di bangku SMA, kita persiapkan mereka untuk menguasai semua mata pelajaran yang diuji agar dpt diterima atau mudah masuk Universitas Negeri pilihan.



Semua itu ujungnya adalah agar anak kita berilmu yang dpt menjadi bekal hidupnya DI DUNIA.



Blass 12 tahun kita seperti belajar lagi, jadi pintar lagi saat mendampingi anak2 kita.



Sekarang, kita bertanya lagi pada diri kita, sesemangat itukah kita saat mempelajari ilmu agama? Berapa jam sehari? Sudah berapa tahun?  Sudahkah kita menghadiri majlis ilmu yang begitu banyak dan mudah didatangi? Pernahkah kita membaca kajian2 atau kitab2 ilmu syar'i? Terdaftarkah kita di group2 WA kajian sunnah yang menjamur atau sudahkah kita sekedar memfollow akun Instagram atau mensubscribe akun youtube para Asatidz?



Saat menulis ini pun saya sudah terhenyak dengan sejuta penyesalan, betapa maha banyak, teramat banyak ilmu  yang masih harus dipelajari. Betapa fakirnya ilmu kita dan kita tetap dengan SOMBONG merasa sudah mencukupkan diri kita dengan apa yang kita tahu.



Padahal, bukankah seharusnya kita itu berilmu dulu baru beramal? Layaknya mayoritas murid yg harus lulus tingkatan tertentu baru bisa mengamalkannya?



Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu berkata:



ุงู„ْุนِู„ْู…ُ ุฅู…َุงู…ُ ุงู„ْุนَู…َู„ِ ูˆَุงู„ْุนَู…َู„ُ ุชَุงุจِุนُู‡ُ



“Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu”

(Dari kitab al-Amru bil Ma’ruf wan nahyu anil munkar karya Ibnu Taimiyyah halaman 15).



Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:



ู…َู†ْ ุนَุจَุฏَ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِุบَูŠْุฑِ ุนِู„ْู…ٍ ูƒَุงู†َ ู…َุง ูŠُูْุณِุฏُ ุฃَูƒْุซَุฑَ ู…ِู…َّุง ูŠُุตْู„ِุญ



“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki”



(Dari kitab Majmu’ Fataawa Ibn Taimiyyah: 2/383).



Umar bin al-Khottob radhiyallaahu ‘anhu berkata :



ุชَูَู‚َّู‡ُูˆุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชُุณَูˆَّุฏُูˆุง



“Belajarlah ilmu sebelum menjadi pemimpin”

(riwayat Ibnu Abi Syaibah)



Umar bin al-Khottob radhiyallahu ‘anhu juga berkata :



ู„َุง ูŠَุจِุนْ ูِูŠ ุณُูˆู‚ِู†َุง ุฅِู„َّุง ู…َู†ْ ู‚َุฏْ ุชَูَู‚َّู‡َ ูِูŠ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ



“Janganlah berjualan di pasar kami orang yang belum paham tentang ilmu agama”

(riwayat at Tirmidzi)



Dan bukankah  Ilmu Menyebabkan Amal yang Sedikit Menjadi Barakah



Abud Darda’ radhiyallaahu ‘anhu berkata :



ูŠุง ุญุจุฐุง ู†ูˆู… ุงู„ุฃูƒูŠุงุณ ูˆุฅูุทุงุฑู‡ู… ูƒูŠู ูŠุนูŠุจูˆู† ุณู‡ุฑ ุงู„ุญู…ู‚ู‰ ูˆุตูŠุงู…ู‡ู… ูˆู…ุซู‚ุงู„ ุฐุฑุฉ ู…ู† ุจุฑ ุตุงุญุจ ุชู‚ูˆู‰ ูˆูŠู‚ูŠู† ุฃุนุธู… ูˆุฃูุถู„ ูˆุฃุฑุฌุญ ู…ู† ุฃู…ุซุงู„ ุงู„ุฌุจุงู„ ู…ู† ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ู…ุบุชุฑูŠู†



“Duhai seandainya (kita dapatkan) tidur dan makan minumnya orang berilmu. Bagaimana bisa orang terperdaya dengan terjaganya (dalam sholat) dan puasanya orang yang bodoh. Sungguh kebaikan sebesar biji dzarrah dari orang yang bertaqwa dan yakin (berilmu) lebih agung, lebih utama, dan lebih berat timbangannya dibandingkan amalan sebesar gunung dari orang yang tertipu (orang bodoh)”

(Hilyatul Awliyaa’ juz 1 halaman 211).



Yuuk sempatkan tholabul ilmi ... Ramaikan kajian2 sunnah secara istiqomah ;)



๐Ÿ–‹ Ummu Islamadina



Jakarta, 30 Jumadil Awwal  1438 H (27 Februari 2017)



Dari Kajian Dakwah Islamadina.

WA Group: 0817 007 1531.

Silahkan bergabung.

Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata

✔ Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata



Jika kamu sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu.



Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu. Orang asing tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?



Ternyata tidak selalu.



Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia. Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang hal sulit mudah difahami.



Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali. Kembalikan pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah.  itu salahmu.



Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.



Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...



Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...

Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...



Kekasihmu kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya; padahal yang dilakukan hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis menangis menangis semata. Melainkan menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua.



Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata.



Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.



Allah Maha Tahu...jumlatan wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu.



Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.



Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu.



Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi.



Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong.



Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri.



Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata...



✒ Ustadz Hasan Al Jaizy.



Inspirasi surat Ali Imran 29



๐Ÿ“๐Ÿ’กReposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)



SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Andrea Dovizioso Mulai Pesimis Dengan Ducati

Andrea Dovizioso Mulai Pesimis Dengan Ducati

Setelah menjalani dua tes pra musim MotoGP resmi, Andrea Dovizioso mulai pesimis dengan performa motor Ducati.
Dovizioso yang menjadi rekan satu tim Jorge Lorenzo merasa motor Ducati GP17 belum seperti yang diharapkan.
"Kita tidak terlalu banyak memperbaiki hal-hal negatif. Motor akan sulit untuk bisa kompetitif di semua sirkuit dalam kejuaraan," ucap Dovi.
Pembalap tim pabrikan Ducati ini merasakan banyak kekurangan pada saat motor menikung.
Dovi menuturkan sebenarnya masalah sudah sedikit terbantu dengan hilangnya winglet. Namun, Dovi masih merasa kalah saat menikung dibandingkan kompetitornya.
"Sulit untuk mencoba part baru di tes Qatar. Sepertinya tidak mungkin untuk membuat part yang benar-benar baru dalam waktu dua Minggu," tutup Dovi. (www.motorplus-online.com)

Entri yang Diunggulkan

Hasil MotoGP Austria

Hasil MotoGP Austria Kris Fathoni W  - detikSport Hasil MotoGP Austria 2018 memunculkan Jorge Lorenzo sebagai pemenang (Foto: Mirc...