Senin, 18 Januari 2016

Perbedaan Honda dan Ducati Versi Nicky Hayden

Perbedaan Honda dan Ducati Versi Nicky Hayden

Akhir musim balap 2015 Nicky Hayden memutuskan pindah dari MotoGP ke World Superbike (WSBK). Selama 13 tahun Hayden merasakan manis pahitnya berkarir di kelas para raja. Setelah memutuskan hijrah, Hayden mau angkat bicara. Terurama soalperbedaan Honda dan Ducati versi Nicky Hayden. Maklum saja, 11 tahun karirnya dihabiskan di tim pabrikan Honda dan Ducati MotoGP.

Perbedaan Honda dan Ducati versi Nicky Hayden yang paling mencolok ada di motor. Terutama di motor Ducati. Menurut Hayden, saat nunggang Desmosedici dirinya seperti balap sendiri. Hayden merasa berbeda karena rangka yang digunakan Ducati sangat berbeda dari pabrikan lainnya. "Saya menikmati banyak fasilitas dan tentu belajar banyak dari dua tim berbeda ini. Salah satu perbedaan paling besar ada di sasis motor. Ducati menggunakan sasis karbon yang sangat berbeda dari motor-motor bikinan pabrikan Jepang," beber Kentucky Kid.

Bukan cuma rangka, tapi perbedaan Honda dan Ducati versi Nicky Hayden juga menyasar ke ban. Menurut Hayden Ducati masih kesulitan membuat motornya bisa bekerja baik di seluruh sirkuit. Apalagi soal ban. Menggunakan Ducati membuat pembalap harus memilih ban yang benar-benar cocok untuk motornya. Tidak bisa meniru pemilihan ban yang dipakai pembalap di pabrikan Jepang. Sebab, karakter ban yang dibutuhkan motor Ducati benar-benar berbeda dibandingkan pabrikan lain. Tim dan pembalap harus bekerja lebih mengenai hal ini.

Soal strategi, menurut Juara Dunia MotoGP tahun 2006 ini juga ada perbedaan. Honda lebih menjalankan kebiasaan yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Sedangkan Ducati, untuk beberapa hal lebih terbuka. Yang jelas mereka menjalankan strategi dengan cara mereka sendiri. Namun, tujuannya tetap sama. Menuai hasil terbaik yang bisa mereka capai disetiap balapnya. 

Yamaha MotoGP Siapkan Pengganti Valentino Rossi Dan Jorge Lorenzo Untuk Musim 2017

Yamaha MotoGP Siapkan Pengganti Valentino Rossi Dan Jorge Lorenzo Untuk Musim 2017

Lin Jarvis Yamaha Factory Racing mulai membidik dua pembalap untuk MotoGP musim selanjutnya. Yamaha MotoGP siapkan pengganti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk musim 2017. Dua nama pembalap yang Yamaha MotoGP siapkan pengganti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk musim 2017.

Nama calon siapkan pengganti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk musim 2017, Maverick Vinales dan Alex Rins. Yamaha MotoGP incar Maverick Vinales dan Alex Rins incar untuk 2017 karena tahun depan dua rider utama Yamaha, Jorge Lorenzo ataupun Valentino Rossi sudah habis masa kontraknya.

“Maverick bagaikan kentang yang hangat di MotoGP. Tim manapun siap menyantap karena Maverick sudah ada pengalaman di MotoGP. Dia pun rider berbakat. Saya dengar sudah tanda tangan kontrak sampai tahun depan. Tapi, dia tetap pembalap yang mencuri perhatian kami,” beber Lin Jarvis, Management Director Yamaha Factory Racing (YFR).

Untuk Alex Rins, Yamaha blak-blakan bisa meminangnya. “Tahun ini Alex masih di Moto2. Tahun depan bisa naik ke MotoGP. Banyak tim terbuka untuk Rins. Rins juga sangat berbakat. Rins jadi kandidat untuk Yamaha musim 2017,” urai Lin.

Yamaha MotoGP incar Maverick Vinales dan Alex Rins incar untuk 2017, jadi bagaimana dengan Rossi dan Lorenzo musim 2017?

Resiko Kalau Suzuki dan Aprilia Menang di MotoGP

Resiko Kalau Suzuki dan Aprilia Menang di MotoGP

Beda dengan pabrikan lainnya, ada resiko kalau Suzuki dan Aprilia menang di MotoGP. Sebab, di musim balap 2016 kedua pabrikan ini mendapatkan konsesi alias kelonggaran peraturan. Resiko kalau Suzuki dan Aprilia menang di MotoGP, akan ada kelonggaran yang dihapus. Tentu syarat dan ketentuan berlaku seperti promo-promo di website jual-beli hehee..

Konsesi atau kelonggaran yang diberikan pada Suzuki dan Aprilia menyangkut tiga hal. Pertama, mereka mendapat jatah 9 unit mesin dalam satu musim. Kedua, mereka bisa mengembangkan mesin selama musim berjalan. Dan yang ketiga, Suzuki dan Aprilia bisa melakukan tes dengan pembalap tes maupun pembalap utama mereka di sirkuit manapun dan kapanpun.

Syarat kelonggaran ini dihapus kalau Suzuki dan Aprilia mendapatkan 6 poin konsesi selama musim balap 2016. Ingat, 6 poin konsesi bukan 6 poin pembalap. Penghitungannya, kalau pembalap Suzuki atau Aprilia finish di posisi pertama akan mendapat 3 poin konsesi. Finish diurutan kedua mendapat 2 poin konsesi dan finish ketiga mendapat 1 poin konsesi. 

Makanya, ada resiko kalau Suzuki dan Aprilia menang di MotoGP. Jumlah mesin yang digunakan akan dikurangkan dan sesi test unlimitednya dihapuskan. Selain itu, pada musim 2017 mereka akan dilarang melakukan pengembangan mesin selama musim balap. Seperti tim non konsesi lainnya. 

Peraturan Baru MotoGP 2016

Peraturan Baru MotoGP 2016

Peraturan baru MotoGP 2016 sudah dikeluarkan resmi oleh Dorna selaku promotor. Peraturan baru ini dikeluarkan untuk menyesuaikan dengan ketentuan teknis ECU tunggal yang mulai dijalankan tahun ini. Kalau dilihat, banyak ketentuan yang berubah dibandingkan tahun lalu. Baik untuk tim pabrikan maupun tim non pabrikan. Yuk kita lihat peraturan baru MotoGP 2016.

Di musim balap 2016 nanti, semua tim akan mendapatkan jatah jumlah bahan bakar yang sama. Baik tim pabrikan non konsesi (Honda, Yamaha, Ducati) maupun yang mendapat konsesi (Suzuki dan Aprilia) sama-sama dapat jatah BBM 22 liter saat race. Tahun lalu, tim pabrikan dapat jatah 20 liter sedangkan Open Class diperbolehkan memakai 24 liter. Tahun depan semuanya sama.

Perbedaan lainnya untuk tim yang mendapat konsesi dan tidak, adalah jumlah mesin. Tim pabrikan non konsesi mendapat jatah 7 unit mesin dalam satu tahun. Sedangkan tim dengan konsesi, boleh menggunakan 9 mesin dalam satu tahun. Tim non konsesi masih mendapat ketentuan engine freeze atau dilarang melakukan pengembangan mesin selama musim balap. Untuk Suzuki dan Aprilia yang mendapat konsesi masih diperbolehkan mengembangkan mesin selama musim balap.

Satu perbedaan lainnya antara tim konseAsi dan non kensesi di peraturan baru MotoGP 2016 ada di sesi private test. Untuk tim non konsesi private test cuma boleh dilakukan selama 5 hari. Sedangkan tim yang mendapat konsesi tidak diberikan batasan alias unlimited.

Entri yang Diunggulkan

Hasil MotoGP Austria

Hasil MotoGP Austria Kris Fathoni W  - detikSport Hasil MotoGP Austria 2018 memunculkan Jorge Lorenzo sebagai pemenang (Foto: Mirc...