Senin, 29 Juni 2015
TUNTUTAN PEMBANGUNAN SEWAKTU PERANG AKHIR DUNIA KE II
TUNTUTAN PEMBANGUNAN SEWAKTU PERANG AKHIR DUNIA KE II Ada berberapa hal yang perlu diperhatikan dalam peperangan yang terjadinya perang dunia ke II ada hal yang menarik dan sangat lugas dan cepat pada akhir perang yang terjadi di dunia pada waktu silam, hal yang mempermudah pencapaian cepat pembamgunan pra terjadinya perang dunia ke II antara lain sebagai berikut: 1.BALANCE DEVELOPMENT. Yakni adanya pembangunan yang berimbang yang terjadi di negara blok barat maupun blok timur semisal setelah runtuhnya tembok berlin yang menuntaskan peperangan di jerman barat maupun timur. 2.BASIC OF NEEDS. Yakni Pemenuhan kebutuhan pokok hidup yang merata semisal adanya pembagunan secara fundamental yang terjadi di republic rakyat cina tentang tembok raksasa china yang membentang luas sehingga kebutuhan bahan pokok bisa tercukupi di negara tirai bambu ini. 3.SOCIAL OF EQUATARIUM. Yakni tejadinya pemerataan sosial yang merata semisal hal ini terjadinya persis di negeri sakura japan yang begitu cepat penulihan ekonominya semasa pasca terjadinya pengeboman di hiroshima dan nagasaki walaupun sekarang banyak terjadinya tsunami(air laut pasang) yang terjadi pada tahun 2000 sekarang. 4.QUALITY OF LIFE. Yakni peningkatan kulitas hidup secara stabil di pusat penghunian maupun industrial yang sangat signifikan,semisal perkembangan industrial luar angkasa yang begitu cepat di negara barat seperti amerika serikat maupun rusia yang mengembangkan global aeroplan oleh organisasi NASA. 5.SUITAINABLE BUILDING CONCERT. Yakni Pembangunan yang berkesinambungan di negara berkembang,semisal ini terjadi di negara-negara asean walaupun banyak negara ini yang memilih menjadi negara non blog. Cukup sekian blionklip dari saya tentang pembangunan pasca perang dunia ke II yang terjadi pada masa silam.Semoga bermanfaat blionklip ini, terima kasih semoga bisa berguna bagi bangsa dan negara kita ,AMIN.
Selasa, 23 Juni 2015
39 KELURAHAN YANG ADA DI SURAKARTA
Surakarta - Adapun penggolongan wilayah kelurahan disetiap kecamatan di daerah surakarta antara lain sebagai berikut : 1.Kecamatan Banjarsari digolongkan Timuran,Keprabon,Ketelan,Punggawan, Setabelan,Nusukan,Kadipiro,Sumber,dan Manahan. 2.Kecamatan Jebres digolongkan Sudiroprajan,Gandekan,Sewu,Jagalan, Pucangsawit,Jebres,Mojosongo, Tegalharjo,Kepatihan Wetan,dan Kepatihan Kulon. 3.Kecamatan Serengan digolongkan Kemlayan,Kratonan,Tipes,Serengan, Danukusuman,dan Joyotakan. 4.Kecamatan Laweyan digolongkan Sriwedari,Purwosari,Kerten,Jajar,Pajang, Sondakan,dan Panularan. 5.Kecamatan Pasar Kliwon digolongkan Kampung Baru ,Kedunglumbu, Baluwarti,Gajahan, Joyosuran,Pasar Kliwon,dan Sangkrah. Semoga informasi ini bisa berguna untuk pengetahuan tentang kota surakarta khususnya penduduk surakarta.
Jumat, 19 Juni 2015
KLASIFIKASI ILMIAH BIOLOGI
Klasifikasi ilmiah Klasifikasi biologi Klasifikasi ilmiah ialah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki.[1] Pengelompokan ini sudah direvisi dan dikembangkan sejak Carolus Linnaeus hidup untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.[2] Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis). Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah: Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembap (higrofit). Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora). Pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai karena dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya sehingga kadang sulit untuk di pelajari oleh kebanyakan orang.
Kamis, 18 Juni 2015
PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Pembangunan yang berwawasan lingkungan haruslah memacu pada tindak sosial yakni pada manusia merupakan bagian terpadu yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan lingkungan sekitar. Sehingga harus berjalannya komponen biotik dan abiotik yang seimbang agar lingkungan menjadi selaras dan teratur.Didalam ekosistem harus adanya penutup yang baik dengan keadaan sebenarnya, agar sepenuhnya lingkungan hidup itu menjadi alami, adapun beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: a. Waktu b. Jumlah pendudukan manusia c. Sikap tingkah laku hidup baik secara sederhana maupun hedonisme Segala hal tersebut manusialah yang sebenarnya lebih mendominasi dari segala aspek kehidupan lingkungan di sekitar kita, maka di masa depan harus adanya lingkungan hidup buatan yang harus bisa terbuat agar lingkungan hidup kita dalam keadaan seimbang semisal pembuatan taman kota, pemasaan pejalan kaki jalan pass away, dan penumbuhan kolam ikan di sudut kota,dan lain-lain.
Rabu, 17 Juni 2015
Suzuki Karimun Wagon R AGS diluncurkan di Solo
Suzuki Karimun Wagon R AGS diluncurkan di Solo Solo - Bertempat di sebuah Hartono Mall besar di bilangan Solo baru, Solo, kali ini giliran Suzuki Karimun Wagon R AGS (Auto Gear Shift) diluncurkan oleh PT Solo Indonesia Utama, Senin (1/6). Mobil imut nan lega di interiornya ini dibenamkan teknologi baru pada segi transmisinya, yakni Auto Gear Shift (AGS) yang merupakan fitur yang biasanya dibenamkan pada mobil kelas premium. Buat tahu fitur ini adalah terobosan baru di segmen lcgc, dan baru Karimun Wagon R lah yang memilikinya. Kelebihan fitur AGS, adalah transmisinya yakni bisa matic dan bisa manual. Transmisi ini dilengkapi aktuator hidrolik elektronik yang mengoperasikan perpindahan gigi secara otomatis dengan transmisi manual 5 percepatan terbaru. AGS bekerja dengan mengintegrasikan aktuator hidrolik presisi yang dikendalikan oleh Electronic Control Unit (ECU) dan Transmission Control Modul (TCM) untuk mengontrol kopling, persneling gigi, dan mesin. Efeknya, memberikan perpindahan gigi dalam waktu yang optimal sesuai kondisi jalan yang akan dilalui dan kenyamanan berkendara layaknya transmisi otomatis, dan diklaim lebih hemat bahan bakar. Sekitar 21,58km/liter, jadi lebih efisien. Nah teknologi ini hadir di Karimun Wagon R tipe GL, GX, Dilago dan GS. berdasar informasi harganya diklaim kompetitif. Untuk pasar Solo Raya, tipe GL dibanderol Rp 114.900.000, tipe GX Rp 124.200.000, tipe GS Rp 113.000.000, sednagkan tiep Dilago Rp 127.100.000 (semua harga OTR). Tommy Gunawan selaku Direktur PT. Solo Indonesia Utama berharap hadirnya Karimun Wagon R AGS akan menambah kontribusi jualan Suzuki. “Ini bila melihat sebelumnya bahwa kontribusi Karimun Wagon R sekitar 20%, maka semoga akan berkembang menjadi sekitar 25%,” yakinnya. Sedangkan Bambang Mardiyanto, Branch Manager PT. Suzuki Indosolo yang juga hadir memeberikan target jualannya. “Yakni menyasar konsumen yang sudah memiliki mobil dan ingin menambah mobilnya. Lalu mereka yang ingin berganti mobil lamanya. juga pengguan motor yang ingin berganti mobil serta mereka yang biasa menggunakan angkutan umum seperti taksi untuk emncoba menggantinya dengan mobil,” paparnya. Terkait pasar jualan mobil yang sedikit lesu, pria ramah ini tetap mencoba optimis walaupun tak muluk-muluk, apalagi bila melihat jualan Karimun Wagon R dari Januari sampai April yang 97 unit. Sedangkan di bulan Mei berjalan sampai saat ini sekitar 18 unit (total sudah 115 unit). (mobil.otomotifnet.com)
Suzuki Siapkan Motor Sport 250 cc
Suzuki siapkan motor sport 250 cc. Tentunya ini merupakan berita yang sudah lama ditunggu oleh pecinta motor bikinan Suzuki di Indonesia. Namun sayang, berita ini bukan datang dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku ATPM motor Suzuki di Indonesia. Berita ini justru datang dari Suzuki India yang tengah fokus menggarap pasar motor sport. Dari kabar yang didapat, di India Suzuki siapkan motor sport 250 cc dengan desain mirip Suzuki Gixxer 150. Motor ini nantinya diprediksi bisa menghasilkan tenaga maksimal antara 26-28 hp. Tidak jauh berbeda dengan beberapa motor sport 250 cc yang sudah dipasarkan di Indonesia. Untuk konfigurasi mesin, bocorannya akan menerapkan mesin single silinder dengan enam sistem percepatan. Hingga saat ini, kabar Suzuki siapkan motor sport 250 cc sudah masuk ketahap pengembangan. Rencananya, motor ini akan diluncurkan resmi pada tahun 2016 mendatang. Selain model naked, Suzuki juga akan menyiapkan model sport full fairing. Model ini akan diluncurkan beberapa bulan setelah model naked diluncurkan. Sayangnya, hingga saat ini belum terdengar pergerakan Suzuki Indonesia untuk menghadirkan motor ini. Seperti kita tahu, Suzuki juga tidak memberikan jawaban pasti tentang dibawanya Gixxer 150 ke Indonesia. Sebab, masih terbentur regulasi teknis yang diterapkan pemerintah. Di Indonesia motor harus memenuhi standar emisi Euro 3. Sedangkan Suzuki Gixxer 150, masih gunakan karbu dan punya kabar emisi yang lumayan tinggi. Makanya, kita harus tunggu bagaimana kelanjutannya. (www.motorplus-online.com)
Komunitas Motor Sport 250 cc Coba Ban Baru di Sirkuit Sentul
Komunitas Motor Sport 250 cc Coba Ban Baru di Sirkuit Sentul  Komunitas motor sport 250 cc coba ban baru di srikuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa lalu (2/6). Bukan cuma satu komunitas, namun beberapa komunitas ikut di acara bertajuk coaching clinic dan latihan bersama di sirkuit Sentul. Diantaranya adalah komunitas Street Fighter 313 dan Yamaha R25 Owner Indonesia ikut terjun di acara yang dibarengi peluncuran ban baru Michelin. Selain komunitas motor sport 250 cc coba ban baru di sirkuit Sentul, mereka juga mendapat pelatihan khusus. Diantaranya ada pelatihan menempatkan posisi badan selama berkendara, teknik pengereman, serta belajar mengendarai motor yang aman dan nyaman. Dalam kegiatan ini para anggota komunitas dipandu langsung oleh Ari Wibowo selaku Instruktur Balap Profesional dari Wahana Dunia Motor Racing. “Aspek paling penting dalam berkendara adalah keamanan dan keselamatan. Dengan mendapatkan pemahaman mengenai safety riding, para anggota komunitas motor dapat menyalurkan hobi dan bakatnya tanpa harus takut celaka ataupun mencelakai orang lain pada saat berkendara di jalan raya,” jelas Ketua Umum Street Fighter 313, Jimmi Thomas. Di acara komunitas motor sport 250 cc coba ban baru di sirkuit Sentul, mereka diberikan kesempatan langsung ngaspal di arena sirkuit. Tentu ini menjadi kesempatan langka yang ditunggu-tunggu para anggota komunitas. Rata-rata anggota komunitas motor sport yang datang dikasih kesempatan untuk memutari sirkuit sepanjang 4,1 kilometer ini sebanyak 3-5 putaran. Lumayankan buat pemanasa.(www.motorplus-online.com)
Langganan:
Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
Hasil MotoGP Austria
Hasil MotoGP Austria Kris Fathoni W - detikSport Hasil MotoGP Austria 2018 memunculkan Jorge Lorenzo sebagai pemenang (Foto: Mirc...
-
Hasil MotoGP Jepang, Marquez Menang dan Patahkan Kutukan Sirkuit Motegi Minggu, 20 Oktober 2019 | 13:44 WIB Komentar (1) ...
-
Hasil MotoGP Malaysia 2019 - Maverick Vinales Juara, Marquez Runner-Up By Lariza Oky Adisty , Minggu, 3 November 2019 | 14:50 WIB Eksp...